331-999-0071

Strategi Disonansi Kognitif Iran

Aktor-aktor negara Iran menggunakan narasi dan operasi informasi yang canggih untuk menyebarkan disonansi kognitif di antara populasi sasaran, sehingga mempengaruhi opini publik untuk mencapai tujuan geopolitik mereka. Disonansi kognitif, yang diidentifikasi oleh Leon Festinger pada tahun 1957, muncul dari keyakinan yang bertentangan atau menghadapi informasi yang bertentangan dengan keyakinan yang ada, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan psikologis. Operasi Iran, terutama melalui pembuatan konten media sosial, merupakan contoh penggunaan strategis dari fenomena ini. Operasi tersebut menyebarkan disinformasi untuk menumbuhkan atau memperburuk disonansi kognitif, sehingga mendorong individu untuk merekonsiliasi narasi yang saling bertentangan. Selain itu, Iran mengeksploitasi perbedaan pendapat internal, menggunakan simbolisme budaya dan agama, dan terlibat dalam operasi dunia maya untuk menimbulkan disonansi. Pendekatan komprehensif ini menunjukkan pentingnya disonansi kognitif sebagai alat dalam mempengaruhi operasi, menekankan perlunya literasi media dan tindakan penanggulangan yang kuat untuk mengurangi dampak kampanye disinformasi. Strategi Iran memanipulasi mekanisme psikologis, secara halus mempengaruhi keyakinan dan perilaku untuk menyelaraskan opini publik dengan tujuan strategis mereka.


#dissonansi_kognitif,#operasi_pengaruh_Iran,#opini_publik,#tujuan_geopolitik,#disinformasi_media_sosial,#manipulasi_naratif,#ketidaknyamanan_psikologis,#eksploitasi_perbedaan pendapat_internal,#simbolisme_budaya,#simbolisme_keagamaan,#operasi_siber,#literasi_media,#kampanye_disinformasi,#mekanisme_psikologis,# tujuan_strategis

Hubungi Treastone 71

Hubungi Treadstone 71 Hari Ini. Pelajari lebih lanjut tentang penawaran Analisis Musuh Bertarget, Pelatihan Perang Kognitif, dan Intelijen Tradecraft kami.

Hubungi kami hari ini!